|
|
PESONA
PULAU LOMBOK
NUSA
TENGGARA BARAT

Pulau Lombok
yang
memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya
menyimpan kekayaan wisata alam semata. Bicara Pulau
Lombok maka pikiran menerawang ke hamparan pantai
Senggigi yang eksotis, indah, dan menawan. Pantai
berpasir putih dengan deburan ombak kecilnya ini
sayang untuk dilewatkan. Tak heran bila banyak
wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan
nusantara (wisnu) menyinggahinya.
Panorama pantai Senggigi tak kalah menarik dibanding
pantai lain di Pulau Bali. Pantai ini memiliki
panjang 13 km dari desa Senggigi Kecamatan Gunung
Sari hingga desa Pemenang, Kecamatan Tanjung, di
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepanjang
kiri pantai berderet ribuan pohon kelapa dan nyiur
yang melambai.
Pemandangan alam bebas pantai Senggigi bisa
dinikmati pula di-gazebo yang dibangun pengusaha
resor maupun hotel-hotel berbintang. Hampir semua
resor maupun hotel di situ memilih lokasinya
berdekatan dengan bibir pantai. Bahkan view pantai
Senggigi dicipta menyatu dengan resor dan hotel,
tanpa ada pagar pembatas.
Indahnya
pantai
di kabupaten Lombok Barat (Lombar) ini sempat
menjadi canda bahwa yang ‘memiliki’ pantai di
seluruh Lombar bukan Provinsi NTB, melainkan milik
TVRI. ”Soalnya, TVRI tiap hari menayangkan pantai
Senggigi dan pulau-pulau di sekitarnya pada tayangan
acara penutupan malam hari. Bagi yang belum pernah
datang ke pulau Lombok sebenarnya bisa menikmati
keindahan pantai di Lombok Barat lewat tayangan TVRI.
Tapi rasanya kurang pas kalau belum menikmati
sendiri ke sini,” kata Agus, pemandu wisata dari
Lombok Sumbawa Promo.
Di sepanjang pantai ini, para nelayan setempat
menawarkan wisata bahari dengan menyewakan perahu
layar per jam Rp 50 ribu. Tak sedikit wisman maupun
wisnu yang tiap hari berlayar ke tengah laut dengan
perahu-perahu layar nelayan.
Pemandangan pantai Senggigi sebenarnya belum
seberapa jika dibandingkan dengan keindahan wisata
bahari yang ditawarkan oleh beberapa pulau kecil
yang mengelilingi Pulau Lombok. Sebut saja Gili Meno,
Gili Trawangan, Gili Air, maupun Pantai Kute (bukan
Pantai Kuta yang terletak di Pulau Bali).
Pantai Kute yang terletak 45 km dari Ampenan (kota
tua di Lombok), menjadi objek wisata bagi wisman
yang menghabiskan waktunya untuk berselancar
(surfing) dan diving.
Pasir yang terdapat di Pantai Kute ini berjenis
pasir sebesar biji merica sehingga masyarakat
setempat menamakannya pasir merica. Pasir berwarna
putih ini banyak dibawa pulang oleh wisnu untuk
aksesori pasir akuarium di rumah mereka.
Pulau Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air saat
ini menjadi objek wisata yang diminati wisman.
Lokasi pulau kecil itu lebih natural, dan tak dihuni
manusia. Suasananya sunyi senyap, hanya ditumbuhi
pohon-pohon kelapa tinggi dan tanaman perdu. ”Anda
belum ke Lombok kalau belum mendatangi Gili
Trawangan,” itulah slogan wisata yang belakangan ini
mencuat di Lombok.

Semangat wisata Pulau Lombok juga dikibarkan lewat
”Anda bisa melihat Bali di Lombok, tapi Anda tak
bisa melihat Lombok di Bali’. Slogan wisata itu tak
berlebihan, karena nuansa Lombok tak jauh beda
dengan nuansa di Pulau Bali. Anda bisa melihat pura
atau tata cara peribadatan umat Hindu-Budha
sekaligus ratusan bangunan masjid dan mushala.
Apalagi keindahan pantai di Lombok menyerupai
pantai-pantai di Bali, bahkan lebih alami.
Ada dua karakter budaya yang menonjol di wilayah
pulau ini yakni budaya Islam dan Hindu. Tak sedikit
bangunan pura dan masjid yang berdiri di sini. Namun
jumlah bangunan masjid relatif lebih banyak karena
masyarakat Lombok banyak yang menganut agama Islam.
Bahkan Pulau Lombok juga dikenal sebagai pulau
seribu masjid.
Kontradiksi itu yang membuat wisatawan menemukan
suasana Bali di Lombok. ”Saya senang tinggal di
Lombok karena masyarakat di sini tidak usil. Apalagi,
lalu lintasnya tidak macet dan padat seperti Bali,”
ujar Stuart, wisman asal Amerika saat ditemui di
pantai Senggigi.
Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini
tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata.
Sektor wisata lain adalah tempat-tempat bersejarah
peninggalan kerajaan Selaparang pada abad 8. Salah
satu situs kerajaan itu adalah Taman Nirmada di Kota
Narmada yang berjarak sekitar 10 km dari Kota
Mataram. Situs ini memiliki tiga kolam yang
merupakan miniatur dari Segara Anak.
Sekilas
Lombok
(penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di
kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat
Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur
dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam
“ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau
ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali).
Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram
Bahasa Sasak dipakai oleh
masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini
mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa
Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.
Bahasa Sasak mempunyai
dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan
Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.
Sejarah
Orang Belanda pertama
singgah di Lombok pada tahun 1674 dan menduduki bagian timur pulau
ini dan meninggalkan bagian barat yang kemudian diduduki orang Bali.
Orang Sasak merasa dianaktirikan oleh orang Bali dan akhirnya
Belanda ‘berintervensi’. Mereka menggempur Cakranegara, tempat puri
Bali berada pada tahun 1894 dan memasukkan pulau ini dalam
pemerintahan Hindia-Belanda
Pembagian
administratif
Lombok termasuk provinsi
Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi empat
Daerah Tingkat II:
-
Kota Mataram
-
Kabupaten Lombok Barat
-
Kabupaten Lombok
Tengah
-
Kabupaten Lombok Timur
Geografi,
topografi dan demografi
Selat
ombok
adalah batas flora dan fauna Asia. Mulai dari Lombok ke arah timur,
flora dan fauna menunjukkan ciri-ciri khas Australia. Ilmuwan yang
pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace,
seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini
disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini
didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah
3.726 meter di atas permukaan laut dan membuatnya yang ketiga
tertinggi di Indonesia. Daerah selatan pulau ini adalah sebuah
ladang terbuka bebas yang subur dan ditanami dengan jagung, padi,
kopi, tembakau dan kapas.
Sekitar 80% penduduk pulau
ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan
suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa
penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.
Pariwisata
Lombok dalam banyak hal
mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal
wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan
krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu
pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama
di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum
minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.
Tempat-tempat pariwisata:
-
Pantai Senggigi
-
Cakranegara
-
Gili Air
-
Gili Meno
-
Gili Trawangan
-
Gunung Rinjani
-
Pantai Kuta, Lombok
-
Sentanu
-
Tetebatu
|