Di tempat ini terdapat pantai yang memiliki hamparan pasir pantai putih yang luas. Juga memiliki ombak yang cocok untuk dijadikan arena olahraga surfing atau selancar. Hamparan pasir yang landai dan memiliki ombak tinggi yang tak pernah surut. Hal ini karena lokasi pantai yang langsung berhadapan dengan Samudra Indonesia yang dikenal memiliki ombak laut yang besar.

Didukung juga oleh lokasi sekitar pantai yang datar dan dikelilingi perbukitan yang mengitari lokasi sekitar pantai, membuat lokasi ini cocok sekali untuk dijadikan daerah tempat beristirahat bagi turis-turis baik asing maupun lokal karena jaminan privasi bagi para pengunjung.

Lokasi Pantai Meang terletak dekat dengan teluk Sepi. Di teluk ini, memiliki potensi wisata terumbu karang yang sangat indah. Memiliki berbagai jenis ikan hias yang cukup banyak. Terumbu karang di wilayah ini pun terawatt dengan baik, karena masyarakat sekitar sangat

menjaga habitat perairan laut disekitarnya. Dibuktikan dengan adanya peraturan adat (awig-awig) yang melarang adanya pengerusakan terumbu karang baik berupa pengambilan bebatuan karang (terumbu karang) maupun penggunaan bom untuk penangkapan ikan.

Lokasi Pantai Meang dapat ditempuh dengan perjalanan darat. Dari kota Mataram (ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat), dapat dicapai dengan menempuh perjalanan selama 1 jam 45 menit. Alur perjalanan dimulai dari Mataram menuju Kecamatan Sekotong Tengah, perjalanan ini melalui jalur aspal hotmix dan memerlukan waktu ± 45 menit. Dari kecamatan Sekotong Tengah menuju ke arah selatan yaitu menuju desa Buwun Mas. Perjalanan ini cukup melelahkan meskipun hanya memerlukan waktu ± 30 menit saja. Karena kondisi jalan yang dilalui sekarang dalam kondisi yang rusak berat. Aspal kasar yang diperbaiki 7 tahun yang lalu, saat ini dalam kondisi yang rusak parah.

Sebenarnya, jika dihitung dengan kilometer, jarak menuju Desa Buwun Mas sebenarnya hanya ± 7 km saja, tetapi karena kondisi jalan yang rusak, diperlukan waktu yang lebih lama untuk mencapainya. Dari Desa Buwunmas yang terletak di Teluk Sepi, ada dua alternatif menuju lokasi. Pertama menelusuri jalan darat dapat ditempuh dengan melalui jalan yang baru dibuka (jalan sirtu), memerlukan waktu 25 menit. Sebenarnya lokasi sudah dekat, hanya karena medan yang dilalui cukup sulit (menelusuri jalan tanah dengan melewati perbukitan), sehingga memerlukan waktu lebih lama. Kedua dengan menggunakan perahu. Dapat ditempuh selama 15 menit menuju lokasi.

Potensi wisata di kawasan Selatan Sekotong cukup menjanjikan, bahkan tak kalah dengan daerah lain. Seperti pantai Meang dan Pangsing yang banyak menyedot pengunjung. Ditambah lagi pantai Nambung yang akhir-akhir ini menyedot perhatian wisatawan. Namun sayangnya, potensi wisata yang begitu besar ini belum digarap maksimol oleh Pemda.

Terbukti kondisi jalan yang menuju kawasan ini memprihatinkan, khususnya jalan ke kawasan Meang sepanjang lima kilometer dalam kondisi rusak parah. Kondisi jalan yang rusak ini menjadi keluhan utama wisatawan, baik yang datang dari lokal maupun luar negeri. Samsudin, salah seorang tokoh warga di Dusun Pangsing, Senin (1/12/2014) menuturkan, potensi wisata di daerah setempat menjanjikan. “Bukan sekang saja kawasan ini dikenal namun sejak dulu. Tapi sayang kondisi jalan ke kawasan ini rusak parah, ini yang banyak dikeluhkan wisatawan,” tuturnya.

Keluhan wisatawan itu sangat beralasan, karena sepanjang jalur menuju ke kawasan wisata ini dalam kondisi rusak parah. Untuk tiba di kawasan ini memerlukan perjuangan melelahkan. Kendaraan yang ditumpangi wartawan yang meliput ke daerah itu berapa kali terperosok, karena melalui jalur berkubang lumpur, becek dan berlubang di mana-mana.
Menurutnya, wisatawan sangat menyukai kawasan ini karena dinilai sangat indah. Wisatawan yang kebanyakan datang dari Negara di belahan benua Asia seperti Singapura, Malaysia dan ada pula dari Eropa. Namun sangat disayangkan kondisi akses jalan yang merusak image wisata setempat. Karena kondisi jalan yang rusak, para wisatawan yang kesulitan menembus lokasi wisata terkadang terpaksa harus bermalam di rumah warga.

Ia mengaku, belum lama ini Bupati pernah berkunjung ke kawasan setempat, waktu itu bupati berjanji akan membangunkan akses jalan. Akan tetapi hingga saat ini belum ada realisasi.
Ia menyebutkan, panjang jalan dari jalur utama ke Pangsing sekitar 2,3 kilometer sedangkan ke kawasan wisata Meang mencapai 5 kilometer.
Karena warga sudah kehilangan harapan dan kepercayaan kepada Pemda, warga pun terpaksa swadaya membangun jalan setapak sepanjang 2,3 kilomter. Jalur jalan ini pun sangat membantu warga, namun tetap saja terkendala karena kondisi jalan rusak akibat hujan. ”Apalagi hujan seperti saat ini, kondisi jalannya becek sulit dilalui,” tukasnya.

Tak jauh dari pantai Meang, ada pantai Pangsing yang tak kalah indah. Di lokasi ini ada juga villa yang konon milik orang Australia, entah apakah villa ini berdiri illegal atau illegal. Kawasan ini kerap dikunjungi wisatawan, para pengunjung banyak yang datang pada bukan Juni sampai September, jumlahnya pun mencapai ratusan bahkan kadang-kadang tidak bisa tertampung di penginapan. Selain keindahan pantai, kawasan ini juga menjual eko wisata seperti hiu martil yang langka. Menurutnya hiu ini hanya ada di kawasan ini, bahkan di dunia. Hiu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dari eropa, singapura dan Malaysia.