Destinasi yg saat ini populer di kalangan wisatawan lokal adalah Pantai Tanjung Bloam.

Tanjung Bloam tersembunyi dibalik hutan jati dan bukit di Dusun Tangsi, Desa Temeak, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Hingga saat ini, kawasan tersebut belum begitu terkenal sehingga mungkin sedikit asing dari khalayak publik.

“tempat ini masih terasa sepi, belum terlalu banyak pengunjung. Mungkin karena tempat ini belum terlalu terkenal ditengah masyarakat. Tetapi saya mengakui bahwa kawasan ini sungguh mempesona,” tutur Fahrul Ramadhan (27) salah wisatawan yang berkunjung ketempat itu, Minggu (8/2) siang.

Ditempat tersebut, terdapat tebing – tebing yang tinggi dan tak kalah menarik yang siap bersanding dengan pantai tebing di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Jika dikatakan bahwa pantai tebing di KLU memiliki spot pemandangan saat diabadikan menjadi lukisan tiga dimesi (3D), maka sensasi serupa juga bisa didapat dari kawasan pantai di Tanjung Bloam. Demikian juga tebing ditempat itu lebih unik serta pemandangannya lebih eksotis. Pesona alam dengan pasir putih yang merona seolah menjadikan tempat tersebut sebagai serpihan syurga selain indahnya spot – spot wisata yang berderet di Lombok Bagian Selatan itu.

Tanjung Bloam adalah daerah konservasi penyu yang memiliki habitat di sekitar tebing dan berada di sepanjang garis pantai yang terbentang dari ujung utara hingga ujung selatan. Selain itu, tempat ini memiliki keindahan alam yang masih natural karena belum banyak dikunjungi wisatawan. Begitu sampai di Tanjung Bloam, Anda akan disuguhi hamparan pasir putih yang lembut. Air lautnya biru dan sangat jernih. Panorama ini sesekali disela dengan nelayan yang hilir mudik mencari ikan dengan menggunakan perahu kayu di pantai.

Daya tarik Tanjung Bloam adalah keindahan batu padas yang menakjubkan. Dua tebing batu padas mengapit pantai Tanjung Bloam yang eksotis. Pada bagian kiri, tebing berbentuk seperti kue bakpao. Sedang pada sisi kanan, tebing berbentuk tak beraturan dan menjorok ke arah pantai. Warna tebing yang kekuningan dipadu dengan warna hitam membuatnya terlihat sangat kontras dengan warna air laut yang biru. Bagi penghobi fotografi, Tanjung Bloam adalah tempat yang sayang untuk dilewatkan. Berjalanlah ke sekitar bibir pantai. Dengan angin pantai yang sesekali menerpa, arahkan kamera Anda untuk mencari angle-angle yang indah. Keindahan pantai dan alam sekitar semakin terlihat jika kita naik ke bukit di bagian barat pantai. Panorama Tanjung Bloam mirip dengan Tanjung Ringgit yang juga dikelilingi dengan bukit batu. Dari sudut inilah, hamparan pantai yang luas bisa Anda lihat dengan jelas. Berfoto dengan latar belakang pantai Tanjung Bloam di ketinggian ini pasti akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Berbeda dengan Gili Sunut yang mempunyai ombak landai, ombak Tanjung Bloam cukup besar. Jika tidak ingin terbawa arus, lebih baik bersantai di bibir pantai sambil melihat pemandangan yang indah. Untuk mencapai tempat ini, kita akan menghabiskan waktu tempuh 2,5 jam dari Mataram. Nah, sebelum sampai Tanjung Ringgit, berbeloklah ke kanan. Ada sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilalui 1 mobil saja. Sekitar 500 meter dari tikungan itu terdapat sebuah pendopo kecil tanda bahwa kita sudah sampai ke Tanjung Bloam. Beberapa ruas jalan yang belum diaspal, berdebu dan berkerikil membuat Tanjung Bloam seperti jauh dari jangkauan. Selama menuju lokasi, kita akan disuguhi pemandangan tandus kawasan ini. Tidak seperti belahan Lombok lain yang berkelimpahan air, jalanan menuju Tanjung Bloam cenderung gersang dan tandus.

Selain itu Tanjung Bloam merupakan daerah konservasi penyu yang berhabitat disekitar tebing-tebing dan sepanjang garis pantai yang membentang dari ujung selatan dan Utara. Lokasi Tanjung Bloam ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat sampai ke lokasi tujuan. Tanjung Bloam dapat ditempuh melalui route yang sama dengan Pantai Kaliantan, karena jaraknya relatif dekat dari Pantai Kaliantan.