Bukit Malimbu merupakan salah satu tempat wisata kebanggaan Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Berjarak kira-kira 24 km dari kota Mataram, kurang lebih perjalanan satu jam dengan menggunakan mobil.
Posisinya berada sesudah Pantai Senggigi menuju arah Pelabuhan Bangsal. Tujuh kilometer dari terusan Pantai Senggigi maka perjalanan akan sedikit menanjak. Menandakan bahwa kita sebentar lagi sampai pada dataran tinggi Bukit Malimbu.

Kita tidak perlu membayar tiket untuk memasuki tempat wisata Bukit Malimbu. Cukup membayar uang parkir bagi yang membawa mobil. Tempat parkirnya cukup luas. Kebanyakan bagi penikmat panorama Bukit Malimbu yang membawa motor, mereka tidak memanfaatkan lokasi parkir, tetapi praktis hanya duduk di atas motor masing-masing.
Jika Anda berkunjung ke Pulau Lombok, ada banyak tempat untuk menikmati pemandangan sunset atau matahari terbenam. Namun, Bukit Malimbu bisa menjadi pilihan utama Anda untuk menikmati pemandangan sunset di Pulau Lombok. Karena tempat ini akan menyuguhkan kepada Anda pemandangan yang spesial, yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Bukit Malimbu merupakan tempat terbaik untuk menikmati pemandangan sunset di Pulau Lombok. Bukit Malimbu terletak sekitar 24 Kilometer dari pusat Kota Mataram, atau sekitar 10 Kilometer sebelah Utara Pantai Senggigi. Jalan untuk mencapai bukit ini cukup menantang, sehingga Anda akan menempuh perjalanan sekitar 45 Menit dengan kendaraan pribadi.

Menikmati pemandangan sunset di Bukit Malimbu akan lebih sempurna ketika langit dalam keadaan cerah. Pada keadaan tersebut Anda tak hanya disuguhkan pemandangan sunset yang indah. Namun Anda juga bisa melihat dua gili yang paling terkenal, yaitu Gili Trawangan dan Gili Meno dari kejauhan, dengan latar belakang sunset. Anda juga bisa melihat Gunung Agung dari kejauhan. Pemandangan yang sempurna inilah yang menjadikan Bukit Malimbu sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset di Pulau Lombok.
Bukit Malimbu juga sering dipakai untuk tempat berkumpul berbagai komunitas, misalnya komunitas sepeda. Bagi mereka, tak ada yang lebih indah dibanding menikmati sunset di Bukit Malimbu setelah menaklukkan tantangan bersepeda. Begitu juga untuk para bikers motor touring, bukit ini menjadi salah satu tempat beristirahat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan mereka.

Bukit Malimbu sebenarnya hanyalah sebuah tikungan kecil. Saya teringat dengan daerah puncak, Bogor. Bedanya jika di Puncak kita menikmati pemandangan perkebunan teh, di Bukit Malimbu kita disajikan dengan berbagai hamparan panorama indah. Pemandangan yang bisa kita nikmati dari Bukit Malimbu diantaranya adalah Gunung Agung Bali dan Pantai Gili yang terlihat dari kejauhan, dan Pantai Malimbu di bawahnya. Perpaduan sempurna antara gunung, pantai, dan pepohonan rindang.

Karena posisinya yang menghadap arah Barat, maka waktu yang tepat untuk berada di sini adalah saat menjelang matahari tenggelam. Pilih tempat terbaik untuk menikmati pemandangan. Lalu sambil menunggu saatnya tenggelam matahari, bisa melihat barang dagangan penduduk setempat yang menghampiri kita. Biasanya kaus atau perhiasan mutiara dengan harga yang masuk akal. Para pedagang tersebut juga mempersilahkan kita untuk menawar.

Anda bisa memilih dua titik, yaitu sebelah Timur atau sebelah Barat jalan raya. Di sisi Barat jalan, Anda akan menemui rest area sepanjang 150 Meter, dengan lebar trotoarnya sekitar 2 Meter. Anda akan menikmati pemandangan sunset dari atas tebing setinggi 25 Meter. Namun jangan khawatir, karena ada pagar pembatas yang cukup kuat di tepi tebing tersebut. Tebing tersebut dipenuhi dengan semak, dan Anda akan menemui banyak kera yang mencari perhatian para pengunjung.
Di ujung sebelah Selatan biasanya digunakan sebagai tempar parkir. Sedangkan sepanjang bagian tengah sampau ujung Utara bahu jalan digunakan sebagai tempat untuk menikmati pemandangan.

Anda juga bisa menikmati pemandangan sunset di sisi bagian timur. Sisi bagian Timur ini hanya berupa tanah kosong, yang letaknya 6 Meter lebih tinggi dari jalan raya. Di bagian puncak tempat ini, Anda akan menemukan sebuah Berugak (gazebo) sekitar 6×4 Meter. Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa melewati tangga yang ada di depan area parkir mobil.
Jika Anda tiba di Bukit Malimbu terlalu awal, Anda bisa menunggu terbenamnya matahari sembari menikmati beberapa makanan dan minuman yang dijual oleh penduduk setempat. Seperti jagung bakar, bakso, rujak, makanan kecil, serta berbagai minuman dan kelapa muda. Anda juga bisa membeli cinderamata seperti perhiasan mutiara, kaos, dan sebagainya. Biasanya para penjual tersebut sudah bersiap mulai jam 4 sore.

Bukit Malimbu merupakan tempat yang tepat untuk mengakhiri hari Anda yang penuh petualangan. Setelah menjelajah seharian Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, menikmati pemandangan sunset di Bukit Malimbu merupakan penutup yang sempurna. Jika Anda ingin mengunjungi ketiga gili tersebut dari Mataram, Anda pasti akan melewati bukit ini. Disarankan agar Anda mengatur waktu Anda sehingga bisa tiba sekitar jam 4 atau 5 sore, dan menikmati sunset di Bukit Malimbu ini. Namun tak hanya di Bukit Malimbu saja, Anda juga bisa menikmati pemandangan sunset Pulau Lombok di Bukit Serumbu, yang terletak sekitar 8 Kilometer dari Kota Mataram.

Untuk pejalan yang hanya memiliki waktu yang singkat mengunjungi Lombok, misalkan perjalanan pertemuan bisnis atau pelatihan kerja yang biasanya berlangsung di hotel yang bertebaran di sepanjang Jalan Raya Senggigi, bisa mengatur jadwal seperti berikut ini: Pagi sampai siang hari melakukan pertemuan bisnis, sorenya menikmati matahari tenggelam di Bukit Malimbu. Setelah itu balik ke Senggigi menikmati makan malam, dan kembali ke hotel untuk beristirahat.